Detail Artikel Bidang Perumahan

Tim Bidang Perumahan Melakukan Peninjauan Terhadap Tanah Longsor Di Jl. Oto Iskandardinata, Gg. 12, RT. 14, Kel. Sidodamai, Kec. Samarinda Ilir
Meyliza | 09-07-2025 | 178 Kali Laporan
Foto
SAMARINDA, DISPERKIMNEWS - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Permukiman dan Perumahan (Perkim) mulai mengambil langkah konkret menyikapi kondisi rumah tidak layak huni milik seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Nuriyani (64) yang ada di Jalan Otto Iskandardinata, Gang 12, RT 14, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir.
Langkah ini dilakukan menyusul pemberitaan yang menyoroti kondisi rumah tersebut yang rusak parah dan dihuni oleh sepuluh jiwa, dengan sebagian besar merupakan kelompok rentan. Rumah tersebut berada di lereng bukit dan sempat tertimpa pohon, menyebabkan atap berlubang dan dinding serta plapon rusak.
Pada Rabu (9/7/2025) siang, tim dari Dinas Perkim bersama pihak Kelurahan Sidodamai melakukan survei lapangan dan pendataan guna menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kami sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah. Secara aturan, rumah ini pernah mendapat bantuan renovasi pada tahun 2019. Bantuan serupa baru dapat diberikan kembali setelah 10 tahun,” ujar Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Samarinda, Tajudin Husen.
Namun demikian, Tajudin menegaskan, pihaknya akan tetap mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi lintas instansi, terutama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.
“Karena kondisi rumah sangat darurat dan berada di kawasan rawan longsor, kami akan koordinasikan dengan BPBD agar ada langkah penanganan lebih cepat dan tepat,” tambahnya.
Kejadian ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemkot Samarinda untuk mengevaluasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni dan meningkatkan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan.
"Kami berharap upaya yang sedang berjalan ini bisa segera membuahkan hasil, sehingga rumah tersebut dapat segera diperbaiki dan kembali aman untuk dihuni,” terang Tajudin.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Sidodamai, Taufiq, membenarkan bahwa wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan rawan bencana di Samarinda Ilir. Dari Januari hingga Juni 2025 saja, pihaknya mencatat sedikitnya 26 kejadian longsor.
“Kami sudah berkali-kali mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit agar tetap waspada, apalagi saat musim hujan. Tapi tentu imbauan saja tidak cukup, perlu perhatian dan penanganan nyata dari pemerintah,” ujarnya.
Taufiq juga menambahkan, survei ke rumah lansia tersebut menjadi bagian dari upaya kelurahan dalam menjalin sinergi dengan dinas terkait untuk mempercepat tindak lanjut.
Foto Lainnya