SAMARINDA, DISPERKIMNEWS - Net Zero Emission melalui Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) merupakan strategi kunci untuk mencapai tujuan pengurangan emisi karbon dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini di hadiri oleh Narulita Haidinawati Ibay, ST., MT (PLT Kepala Bidang Kawasan Permukiman), Riski Aprilian, ST (Jafung Pendataan dan Perencanaan Kawasan Permukiman), Adhi Hamidan, dan Yulius (Staf Bidang Kawasan Permukiman), yang berlangsung di Yogyakarta, Senin (30/09/2024). BGH dan BGC memiliki Peran penting dalam mengurangi jejak karbon sektor konstruksi dan operasi bangunan, yang merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap emisi global. Berikut adalah bagaimana masing-masing konsep berkontribusi :

 

1. Bangunan Gedung Hijau (BGH)

BGH mengacu pada desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dengan menggunakan sumber daya secara efisien. Elemen-elemen kunci dari BGH termasuk:

- Efisiensi Energi: BGH memprioritaskan penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, atau geotermal, dan memastikan bahwa energi yang digunakan di dalam gedung lebih sedikit, baik melalui desain arsitektur yang optimal maupun teknologi hemat energi seperti pencahayaan LED dan sistem HVAC yang efisien.

- Pengelolaan Air: Menggunakan teknologi untuk mengurangi konsumsi air, seperti instalasi toilet hemat air, penggunaan air hujan, dan daur ulang air.

- Material Ramah Lingkungan: BGH menggunakan bahan-bahan yang dapat diperbarui, didaur ulang, atau memiliki jejak karbon rendah, seperti kayu bersertifikat, beton hijau, dan insulasi dari bahan alami.

- Pengelolaan Limbah: Penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam konstruksi dan operasi sehari-hari. Proses bangunan hijau bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan selama pembangunan.

Kontribusi terhadap Net Zero Emission :

* Pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor konstruksi.

* Penggunaan energi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

* Pemanfaatan material dengan jejak karbon rendah untuk mengurangi emisi selama proses konstruksi.

 

2. Bangunan Gedung Cerdas (BGC)

BGC adalah bangunan yang dilengkapi dengan teknologi digital dan sistem kontrol cerdas yang memungkinkan pengoperasian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi ini mencakup otomatisasi bangunan, sensor, IoT (Internet of Things), dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengelola konsumsi energi, air, dan sumber daya lainnya secara lebih efektif.

- Sistem Pemantauan dan Otomatisasi: Sensor dan teknologi pemantauan cerdas dapat mengoptimalkan penggunaan energi berdasarkan kebutuhan aktual, seperti penyesuaian pencahayaan dan suhu ruangan secara otomatis.

- Manajemen Energi yang Terintegrasi: BGC dapat menggunakan smart grid untuk memanfaatkan energi terbarukan secara efisien, serta menyimpan dan mengalirkan energi berdasarkan waktu penggunaan.

- Pengurangan Konsumsi Energi: Dengan memantau konsumsi energi secara real-time, BGC bisa mengurangi penggunaan energi yang tidak perlu. Misalnya, pencahayaan dan pendingin udara hanya digunakan ketika ada orang di ruangan.

- Efisiensi Operasional: Teknologi cerdas memungkinkan prediksi dan pemeliharaan yang lebih baik untuk mengurangi pemborosan energi dan memperpanjang umur peralatan.

Kontribusi terhadap Net Zero Emission :

* Pengurangan konsumsi energi secara keseluruhan melalui otomatisasi dan efisiensi operasional.

* Integrasi dengan sumber energi terbarukan untuk mengurangi emisi dari energi konvensional.

* Pemantauan emisi dan jejak karbon secara real-time, sehingga memungkinkan penyesuaian lebih cepat untuk mencapai target net-zero.

Strategi Integrasi BGH dan BGC Menuju Net Zero

Untuk mencapai Net Zero Emission, penting untuk menggabungkan konsep Bangunan Gedung Hijau dan Bangunan Gedung Cerdas. Beberapa strategi integrasi meliputi :

 

1. Pemanfaatan Energi Terbarukan secara Cerdas: Mengintegrasikan teknologi BGC dengan energi terbarukan pada BGH untuk memaksimalkan penggunaan energi rendah karbon.

2. Pengelolaan Berbasis Data: Data yang dikumpulkan dari BGC dapat membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan penghematan energi lebih lanjut dan memungkinkan optimisasi sumber daya pada BGH.

3. Desain Modular dan Adaptif: Menerapkan desain bangunan hijau yang dapat diubah sesuai kebutuhan masa depan dan teknologi cerdas yang dapat berkembang seiring waktu.

Manfaat Menuju Net Zero Emission :

 

- Efisiensi Energi dan Penghematan Biaya: Mengurangi konsumsi energi juga berarti penghematan biaya operasional dalam jangka panjang.

- Kesehatan dan Kenyamanan Penghuni: Dengan lingkungan yang lebih sehat, efisien, dan seimbang, penghuni akan mendapatkan manfaat dari kualitas udara yang lebih baik dan kenyamanan termal.

- Pengurangan Dampak Lingkungan: Menekan emisi karbon dari sektor bangunan sangat membantu dalam mengatasi perubahan iklim global.

Implementasi gabungan antara BGH dan BGC merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa bangunan di masa depan tidak hanya berfungsi untuk kebutuhan manusia tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan planet.

 

#Disperkimsamarinda

#SalamSamarinda

#SamarindaMakinMaju_SamarindaMakinMaju

#SamarindaKotaPusatPeradaban

#BanggaMelayaniBangsa