SAMARINDA, DISPERKIMNEWS - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Samarinda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda melaksanakan kegiatan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1446H/2024M pada Rabu (25/09/2024) di Mushola Al - Istiqomah Dinas PUPR Samarinda dan Disperkim Samarinda.
Acara tersebut dibuka oleh Bapak Tajudin Husen, ST, MM. selaku Sekretaris Panitia Mushola Al - Istiqomah lalu dilanjutkan dengan Maulid Habsyi. Kemudian, pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ustadz Ahmad Khairil Lubis, SP. selaku Qori Internasional asal Medan. Lalu, Sambutan mewakili Dinas PUPR dan Perkim oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Samarinda, Bapak Herwan Rifa'i, S.Sos,
M.Si.
Selanjutnya, ceramah oleh Ustadz Raden Ahmad Afandi, M.Psi yang menyampaikan mengenai “Keteladanan Rasulullah Shallalu 'Alaihi Wa Sallam Dalam Membangun Intregritas Diri"
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah teladan terbaik dalam membangun integritas diri. Integritas ini ditunjukkan melalui berbagai aspek kehidupan beliau, baik dalam hal kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, maupun komitmen kepada Allah dan sesama manusia. Berikut beberapa keteladanan Rasulullah dalam membangun integritas diri:
1. Kejujuran (Ash-Shiddiq)
Rasulullah terkenal dengan gelar "Al-Amin," yang berarti orang yang dapat dipercaya. Sebelum diutus sebagai nabi, masyarakat Mekkah mengenalnya sebagai orang yang jujur dan dapat diandalkan. Kejujuran merupakan inti dari integritas, dan Rasulullah menunjukkan bahwa jujur adalah prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun.
2. Keadilan (Al-Adl)
Dalam segala keputusan yang diambil, Rasulullah selalu adil, tidak memihak, dan tidak pernah mengambil keuntungan pribadi. Beliau selalu memutuskan perkara berdasarkan kebenaran dan keadilan, meskipun hal itu melibatkan orang terdekatnya.
3. Kesederhanaan (Az-Zuhd)
Rasulullah hidup dengan sederhana meskipun beliau bisa hidup dalam kemewahan. Kesederhanaan ini menunjukkan bahwa integritas diri tidak diukur dari materi, melainkan dari sikap hati dan amal. Beliau mengajarkan umatnya untuk tidak terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan.
4. Tanggung Jawab (Al-Amanah)
Rasulullah sangat menjaga amanah yang diberikan kepadanya, baik dalam urusan agama maupun urusan dunia. Beliau selalu menepati janji, menjaga kepercayaan, dan tidak pernah mengkhianati siapapun. Tanggung jawab ini adalah ciri utama integritas dalam diri beliau.
5. Kesabaran dan Keteguhan (As-Sabr)
Dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan, Rasulullah selalu menunjukkan sikap sabar dan teguh. Beliau tidak pernah menyerah atau mundur dari prinsip-prinsip kebenaran, meskipun sering dihadapkan pada situasi yang sangat sulit.
6. Komitmen kepada Allah (Taqwa)
Seluruh hidup Rasulullah adalah bukti dari komitmen total kepada Allah. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil beliau selalu berlandaskan pada ketundukan dan kepatuhan kepada perintah Allah. Integritas spiritual ini menjadi pondasi bagi seluruh aspek kehidupannya.
Keteladanan Rasulullah dalam membangun integritas diri adalah model ideal bagi umat Islam. Dengan mencontoh sifat-sifat beliau, kita dapat membentuk pribadi yang kuat, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia, yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.